Arsenal Kejar Bintang Seharga Rp3,1 Triliun Demi Bangun Trio Gelandang Terbaik Liga Inggris
“Dia adalah pemain nomor enam Spanyol, dan kita tahu seperti apa pemain nomor enam Spanyol. Mereka adalah yang terbaik dalam membangun permainan dari fase pertama, berbalik dengan bola, bermain ke depan, dan masuk ke ruang-ruang kosong,” ujar Rice, dikutip dari Football Fancast.
Namun, performa Zubimendi mengalami penurunan menjelang akhir musim. Dia mulai kehilangan tempat utama setelah Myles Lewis-Skelly tampil impresif di lini tengah Arsenal. Bahkan, Zubimendi tidak masuk dalam starter pada final Liga Champions.
Situasi tersebut bukan berarti Arteta kehilangan kepercayaan kepada Zubimendi. Salah satu alasan utama adalah beban pertandingan yang sangat tinggi sepanjang musim 2025-2026.
Arsenal membutuhkan tambahan gelandang agar rotasi lebih maksimal. Selain itu, kehadiran Bruno Guimaraes diyakini dapat memberikan variasi permainan, terutama saat menghadapi tim yang bermain bertahan.
Bruno dikenal sebagai salah satu gelandang dengan kemampuan distribusi bola terbaik di Premier League. Dia memiliki kemampuan memberikan umpan progresif dan memecah garis pertahanan lawan.
Pada musim lalu, Bruno mencatat rata-rata 0,29 umpan terobosan per 90 menit, lebih tinggi dibanding Martin Zubimendi yang berada di angka 0,06. Dia juga menghasilkan 4,77 umpan progresif per 90 menit, sementara Zubimendi mencatat 2,22.
Selain Bruno Guimaraes, Arsenal juga mengejar Morgan Rogers dari Aston Villa. Pemain berusia 23 tahun itu menjadi salah satu target utama Arteta untuk memperkuat lini serang.
Arsenal disebut sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Rogers melalui kontrak lima tahun. Namun, mereka masih harus melakukan negosiasi dengan Aston Villa yang tidak ingin kehilangan pemain andalannya.
Harga Rogers diperkirakan berada di kisaran 100-130 juta poundsterling atau sekitar Rp2,4-3,1 triliun. Jika berhasil mendapatkan Bruno dan Rogers, Arsenal berpotensi memiliki kombinasi lini tengah yang sangat kuat bersama Declan Rice.
Bruno akan memberikan kemampuan distribusi dan kontrol permainan, sementara Rogers memiliki kecepatan, kemampuan membawa bola, serta pergerakan di antara lini pertahanan lawan.