Aspirasi tersebut datang dari berbagai kalangan di antaranya gubernur, bupati, tokoh masyarakat, dan petani dari wilayah Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, serta Papua Pegunungan.

Mereka masing-masing mengusulkan program pertanian sesuai potensi wilayahnya.

"Ada yang meminta pengembangan ubi, kopi, kakao, kedelai, hingga sagu. Kami akan penuhi sesuai keunggulan komparatif setiap daerah. Pertanian harus dibangun sesuai karakter wilayah dan budaya masyarakat setempat," katanya.

Pada dialog tersebut, Ketua Kelompok Tani Yeloko Kampung Wanam, Arnold Awalik secara terbuka menyatakan masyarakat pemilik hak ulayat menerima program pemerintah dan berharap cetak sawah terus diperluas.

"Kami menerima program pemerintah di atas tanah hak ulayat kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian atas bantuan yang telah diberikan. Kami berharap setiap keluarga di Wanam memiliki sawah sendiri agar masyarakat Papua semakin sejahtera," ujar Arnold.

Ia juga memohon pemerintah membantu pencetakan sawah seluas sekitar 216 hektare di atas tanah ulayat masyarakat yang akan dikelola langsung oleh kelompok tani.

Mendengar itu, Amran langsung menyetujui permintaan masyarakat dan meningkatkan luas lahan yang akan dicetak menjadi 250 hektare agar pelaksanaannya lebih efektif.

"Kami penuhi tahun ini. Langsung dikerjakan. Sawah yang dibangun pemerintah nantinya menjadi milik masyarakat. Traktor, alat panen, drone pertanian, hingga irigasi juga kami siapkan. Wanam akan menjadi salah satu kawasan percontohan pertanian modern di Papua," tegasnya.

Selain itu, lanjut Amran, pemerintah juga akan menerapkan teknologi budidaya padi modern yang mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 10 ton per hektare melalui penggunaan mekanisasi, drone pertanian, dan sistem tanam berproduktivitas tinggi yang telah dikembangkan Kementerian Pertanian.

"Kami ingin Wanam menjadi pusat pembelajaran pertanian modern. Mimpi kami, ke depan Merauke menjadi tempat belajar pertanian bagi Indonesia bahkan negara-negara lain di Asia," ucapnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)