WARTABANJAR.COM, BARABAI – Penyelidikan kasus kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang di Jalan Lingkar Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan terus berlanjut.

Polisi kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan dokter untuk memastikan kondisi pengemudi mobil pikap yang diduga terindikasi mengonsumsi obat atau minuman beralkohol sebelum kecelakaan terjadi.

Kasat Lantas Polres Hulu Sungai Tengah, Iptu Saiful Fakri mengatakan dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan medis sehingga penyidik belum dapat menyimpulkan kondisi pengemudi saat insiden berlangsung.

"Sementara masih kita periksa. Nanti hasilnya ada di laboratorium dan dokter yang akan menuangkannya dalam hasil pemeriksaan," ujar Iptu Saiful saat melakukan olah tempat kejadian perkara, Kamis (9/7/2026).

Selain mendalami kondisi pengemudi, Satlantas Polres HST bersama Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari temuan awal di lokasi, mobil pikap melaju dengan kecepatan tinggi sebelum kehilangan kendali.

"Pengemudi mobil pikap dalam kecepatan tinggi, tidak sempat mengerem dan oleng ke arah warung. Saat itu warung sedang ramai pengunjung sehingga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan dua orang masih dalam perawatan," kata Iptu Saiful.

Ia menambahkan, proses hukum terhadap pengemudi tetap berjalan sesuai ketentuan apabila nantinya ditemukan unsur pidana berdasarkan hasil penyelidikan.

"Perintah Pak Dirlantas langsung sama Pak Kapolres, kasus ini tetap dilanjutkan," tegasnya.

Selain mendalami penyebab kecelakaan, Satlantas Polres HST juga mulai berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJR) terkait evaluasi keselamatan di Jalan Lingkar Barabai.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penambahan rambu peringatan di titik rawan kecelakaan.

Iptu Saiful mengungkapkan koordinasi tersebut sebenarnya telah dilakukan sekitar sepekan sebelum kecelakaan terjadi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas LLAJR untuk survei jalur. Banyak tikungan di wilayah HST yang perlu dipasang rambu-rambu karena termasuk daerah rawan kecelakaan," ujarnya.