WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Sejumlah pemilik keramba ikan di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mengeluhkan banyaknya ikan mati mendadak sejak Selasa (7/7/2026).
Dalam video yang diterima wartabanjar.com, seorang pria mengabadikan banyaknya ikan jenis bawal mati di keramba ikan.
Awalnya, ia mengisahkan pada Selasa (7/7/2026) ikan mati di satu kolam keramba.
Kemudian pada Rabu (8/7/2026) ikan di tiga kolam tambak juga ikut mati. Total kerugian ikan mati ada di empat kolam.
Kejadian ini terjadi di tiga desa di Kabupaten Banjar, yakni Desa Pingaran Tambak Anyar, dan Antasan Senor.
Live tiktok akun KKN34 Desa Mali Mali juga memperlihatkan ikan mati yang mengambang di Sungai Martapura.
Baca Juga Jadwal Pemadaman Listrik di HST Tanpa Kepastian, Mahasiswa Desak Transparansi Informasi PLN
Baca Juga Polisi Angkut Uang Tunai Rp60 Miliar Pakai Rantis Barracuda, Siapa Pemilik Kafe Mewah de’Clan?
Hingga berita ini dirilis, belum diketahui penyebab banyak ikan mati di Sungai Martapura.
Diduga ikan mati akibat menurunnya debit air sungai memasuki musim kemarau 2026.
Pengurangan debit air ini memengaruhi kualitas air dan kadar oksigen di kolam budi daya.
Hasil pemantauan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menunjukkan kadar DO di sejumlah lokasi hanya berkisar 0,61–1 mg/liter.
Di Sungai Arfat, kadar oksigen terlarut tercatat sekitar 1 mg/liter dengan suhu air 29,7 derajat Celsius, pH 6, dan kedalaman 1,5–3 meter.







