Sebagai bentuk implementasi nilai religius, Pemerintah Kabupaten Tabalong juga tengah menyiapkan regulasi yang menjadikan kemampuan membaca Al Quran sebagai salah satu persyaratan bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang SMP.
“Kami sudah menyiapkan regulasinya. Anak-anak kita apabila ingin naik ke jenjang SMP, maka syaratnya harus bisa mengaji,” katanya yang disambut antusias peserta.
Selain menanamkan nilai karakter, H Fani menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui berbagai program beasiswa.
Ia menyebutkan, Pemkab Tabalong akan menyalurkan beasiswa prestasi akademik bagi siswa SD dan SMP yang meraih peringkat satu hingga tiga, beasiswa nonakademik untuk siswa berprestasi di bidang olahraga dan seni, serta beasiswa inklusi dan keluarga kurang mampu agar anak-anak tetap dapat mengenyam pendidikan hingga jenjang SMA.
Sementara itu, melalui Program 1.000 Sarjana, pemerintah daerah menggandeng sejumlah perguruan tinggi yang memiliki program studi sesuai dengan potensi daerah, di antaranya UPN Veteran Yogyakarta dan Politeknik Akamigas Cepu.
“Kita carikan universitasnya agar lima hingga sepuluh tahun ke depan, anak-anak Tabalong yang religius ini tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain dan pemimpin di daerahnya sendiri,” ucapnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Tabalong, Hipni Rosadi, mengatakan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia merupakan agenda rutin yang digelar setiap masa libur sekolah sebagai wadah pembinaan generasi muda LDII.







