REVolusi Gaya Hidup Youngster, Yamaha AEROX Terbukti Jadi ‘Obat Ganteng’ dari Generasi ke Generasi
Tidak hanya puas berkendara bersama AEROX di masa-masa awal, Gofar pun kemudian berinisiatif untuk coba mengulik dan memberikan sentuhan modifikasi pada AEROX-nya itu. Gofar pun akhirnya belajar dunia modifikasi pertama kali bersama Ian Juno, seorang automotive enthusiast dan modifikator yang mengajari Gofar berbagai style modifikasi, khususnya modifikasi Monoshock.
Mengawali perjalanannya bersama “Cleo” sebagai AEROX generasi pertama yang dimodifikasinya, Gofar mulai bereksperimen dengan modifikasi monoshock dan menggunakan pendekatan plug and play (PNP) yang sederhana namun kreatif di tengah keterbatasan finansialnya.
Meskipun masih memiliki banyak kekurangan pada modifikasinya, namun dari proyek ini, Gofar pun langsung berhasil meraih juara 1 di ajang CustoMAXi regional 2019, sekaligus menjadi inspirasi bagi modifikator muda.
Lewat pencapaiannya itu, Gofar pun pada akhirnya langsung mempercayakan Yamaha AEROX sebagai motor yang tidak hanya memuaskan hasrat berkendaranya yang mencari nilai sport dan agresif, namun tetap nyaman untuk dibawa harian. Akan tetapi, Gofar merasa bahwa AEROX juga memiliki keistimewaan sebagai motor sport scooter yang mudah untuk dimodifikasi dan dikreasikan secara anti-mainstream.
Kepercayaan Gofar pada AEROX pun akhirnya berlanjut pada “Cony”, AEROX generasi kedua yang menjadi bahan eksperimennya dengan mengusung konsep “Moge Looks” dengan pendekatan yang lebih matang, mulai dari kembali menggunakan monoshock dengan travel terbatas, geometri lowered, serta kombinasi velg besar yang mempertegas tampilan layaknya motor sport kelas besar. Hasilnya, ia kembali menorehkan prestasi nasional sebagai juara Master Class CustoMAXi 2023.
Puncak eksplorasinya hadir pada proyek “Dolphin” berbasis AEROX ALPHA generasi ketiga di tahun 2025. Pada tahap ini, Gofar berani mengadopsi aliran Japanese Lowered Static Scooter yang menuntut presisi tinggi dan keberanian teknis.