Sistem tersebut dipadukan dengan prosesor Intel Core Ultra 7 270K Plus, serta sistem pendingin liquid nitrogen (LN2).
Pendingin berbasis nitrogen cair ini mampu menurunkan suhu komponen hingga di bawah -190 derajat Celsius, sehingga perangkat tetap stabil saat dijalankan jauh di atas spesifikasi standarnya.
Berkat kombinasi tersebut, modul DDR5 berhasil berjalan pada frekuensi 6.802 MHz.
Sebagai perbandingan, RAM DDR5 yang beredar di pasaran umumnya memiliki kecepatan bawaan sekitar 4.800-6.400 MHz, tergantung model dan platform yang digunakan.
Artinya, frekuensi 6.802 MHz yang dicapai saltycroissant berada di atas spesifikasi RAM DDR5 konsumen pada umumnya, dan ini hanya bisa diraih melalui overclocking ekstrem menggunakan pendingin nitrogen cair.
Menariknya, saltycroissant juga mengunggah tangkapan layar CPU-Z yang menunjukkan RAM miliknya sempat berjalan pada frekuensi 6.861 MHz.
Namun, angka tersebut belum memperoleh validasi resmi dari HWBot maupun CPU-Z. Oleh karena itu, rekor dunia yang saat ini diakui masih berada di angka 6.802 MHz.
Adapun dalam dunia overclocking kompetitif, setiap pencapaian harus melewati proses validasi. Hal ini untuk memastikan konfigurasi perangkat keras, frekuensi, dan hasil pengujian memenuhi standar yang ditetapkan. (Wartabanjar.com)







