“Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah sakit kepala tersebut disebabkan oleh kondisi yang relatif ringan atau berkaitan dengan gangguan pada otak,” paparnya.
Pemeriksaan CT Scan atau MRI dilakukan bila ada indikasi sakit kepala tak biasa.
Setelah melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik, dokter akan menentukan apakah pasien memerlukan pemeriksaan pencitraan, seperti Computed Tomography (CT) Scan atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Ia menyebut pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan indikasi medis, bukan untuk semua pasien yang mengeluhkan sakit kepala.
BACA JUGA: Waspada Sakit Kepala Menyerang Usai Santap Daging Kurban, Cek Penyebabnya di Sini
BACA JUGA: Ada Berbagai Jenis Sakit Kepala, Kenali dan Lakukan Cara-cara ini untuk Mengatasinya
Apabila hasil CT Scan menunjukkan kondisi otak normal, maka pasien dapat lebih tenang karena sakit kepala kemungkinan besar disebabkan oleh faktor lain, seperti migrain, sakit kepala tipe tegang, atau penyebab nonstruktural lainnya.
Namun, jika ditemukan dugaan tumor, dokter dapat melanjutkan pemeriksaan menggunakan CT Scan dengan kontras atau MRI agar ukuran, lokasi, serta karakteristik tumor terlihat lebih jelas.
Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan pilihan terapi yang paling sesuai, baik operasi maupun penanganan lain jika diperlukan.
Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Keberhasilan Pengobatan
Ia menegaskan bahwa semakin dini tumor otak terdeteksi, semakin besar peluang tindakan dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada jaringan otak.







