Sultan Banjar Resmikan Rumah Adat Banjar Tangga Karamat 159 di Birayang HST, Jadi Pusat Pengobatan Alternatif Minyak Waras Borneo
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sebuah rumah adat Banjar berdiri megah di Desa Birayang, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Bangunan yang diberi nama Rumah Adat Banjar Tangga Karamat 159 itu, tak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, melainkan juga difungsikan sebagai pusat pelayanan Pengobatan Alternatif Minyak Waras Borneo.
Rumah adat tersebut diresmikan langsung oleh Sultan Haji Pangeran Khairul Saleh Al-Mu’tashim Billah, Senin (30/06/2026), disaksikan Wakil Bupati HST H Gusti Rosyadi Elmi, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, Tuan Guru Syekh Abdus Salam Al-Makkyy Al-Baniary, para habaib, alim ulama, tokoh adat, serta masyarakat.
Di halaman rumah adat yang dipenuhi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pejabat daerah, Sultan Banjar, menegaskan bahwa rumah adat tidak boleh dipandang semata-mata sebagai bangunan fisik atau simbol masa lalu.
“Bagi Kesultanan Banjar, rumah adat bukan sekadar bangunan. Ia adalah lambang jati diri, tempat budaya dipelihara, dan nilai-nilai kemanusiaan diwariskan,” ujar Sultan Banjar.
Bagi Sultan, keberadaan Rumah Adat Banjar Tangga Karamat 159 memiliki makna yang lebih luas, karena di tempat itulah budaya dan pengabdian sosial berjalan berdampingan.
Baca Juga: Pemadaman Bergilir di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar Siang Hingga Malam ini, Cek Wilayah Terdampak
Baca Juga: Wisata Mekar Banyu Batuah Tanah Laut Tetap Ramai Pengunjung Meski Kemarau Melanda
Rumah adat yang dikelola Sayyid Muhammad Ibrahim atau Kai Ahim bersama keluarganya itu, kini juga menjadi pusat pelayanan pengobatan alternatif berbasis Minyak Waras Borneo, yang selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu pengobatan tradisional di Kalimantan.
Mengutip hadis riwayat Ath-Thabrani, Khairun-nāsi anfa’uhum linnās atau sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya, Sultan menilai langkah Kai Ahim merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Tempat ini bukan sekadar wadah berobat, tetapi juga sarana menumbuhkan harapan, memperkuat semangat hidup, dan menghadirkan kepedulian sosial,” katanya.