Sebagai dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP ULM, Rusmansyah telah mengabdikan diri di dunia pendidikan tinggi sejak 1993 dengan fokus pada inovasi pembelajaran, pengembangan berpikir kritis, serta peningkatan kualitas calon guru kimia.

Lahir di Amuntai, HSU pada 28 Agustus 1968, Rusmansyah menempuh pendidikan Sarjana Pendidikan Kimia di ULM dan lulus pada 1992.

Ia kemudian melanjutkan studi Magister Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Malang, sebelum meraih gelar doktor di bidang Pendidikan Sains dari Universitas Negeri Surabaya pada 2019.

Disertasinya mengangkat model Scientific Critical Thinking (SCT) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy mahasiswa calon guru kimia.

Selama lebih dari tiga dekade mengajar, Rusmansyah dipercaya mengampu berbagai mata kuliah strategis, seperti Kimia Sekolah, Strategi Pembelajaran Kimia, Metodologi Penelitian, Media Pembelajaran, Pengajaran Mikro, hingga Desain Instruksional. Ia juga menjabat sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan Kimia FKIP ULM, memimpin pengembangan kurikulum serta peningkatan mutu akademik program studi.

Di bidang penelitian, Rusmansyah dikenal produktif menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

Fokus risetnya meliputi model pembelajaran inovatif, pendidikan kimia berbasis lingkungan lahan basah, pengembangan STEAM, Scientific Critical Thinking (SCT), hingga Scientific Critical Creative Thinking (SCCrT).

Berbagai hasil penelitiannya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, literasi sains, serta kemampuan pemecahan masalah peserta didik.

Sejumlah penelitian yang dipimpinnya juga berorientasi pada pengembangan pembelajaran kontekstual berbasis karakteristik lahan basah Kalsel.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu ciri khas kontribusinya dalam memperkuat relevansi pendidikan kimia dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat lokal.

Selain aktif meneliti, Rusmansyah rutin melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan guru, pendampingan penyusunan artikel ilmiah, pengembangan media pembelajaran digital, hingga sosialisasi pembelajaran abad ke-21.

Ia juga aktif dalam sejumlah organisasi profesi, seperti Asosiasi Dosen Indonesia, Himpunan Kimia Indonesia, Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia, serta Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia. (wartabanjar.com/berbagai sumber)