WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Muara Harus menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik, bagi Kelompok Tani Teluk Unggang di Desa Padangin, Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dalam memanfaatkan bahan organik, sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan membuat pupuk organik menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti sekam padi, dedak, kohe ayam, molase, dan bio urine.

Seluruh bahan kemudian diolah melalui proses pencampuran hingga menjadi pupuk organik, yang siap diaplikasikan pada lahan pertanian.

Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Muara Harus, Muhammad Rizani, mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, yang dinilai dapat menurunkan kualitas tanah apabila digunakan secara berlebihan dalam jangka panjang.

Menurutnya, penggunaan pupuk organik diharapkan mampu mendorong petani menerapkan sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Ustazah Hasanah Banjarbaru Masuk Tahap Penuntutan, Dua Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Pengaron Banjar, Polisi Jelaskan Alasan Suami Korban Sempat Diperiksa

"Kami mencoba membagikan pengetahuan kepada kelompok tani agar tidak terbiasa menggunakan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan bisa berdampak pada tanaman dan lingkungan. Karena itu kami mengenalkan pupuk organik sebagai alternatif. Seluruh kegiatan ini dibiayai oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kabupaten Tabalong," ujar Rizani, Selasa (30/06/2026).

Pelatihan yang didanai Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong tersebut diikuti 40 peserta. Materi disampaikan oleh lima orang penyuluh pertanian yang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mendampingi peserta dalam praktik langsung pembuatan pupuk organik.

Melalui praktik tersebut, para petani diharapkan mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka, sehingga dapat mengurangi biaya produksi pertanian.