Harga Jagung Tembus Rp5.300, Petani Jagung di Kalsel Berharap Solar Subsidi Dipermudah
WARTABANJAR.COM, TANAH LAUT - Harga jual jagung yang diterima petani di Kalimantan Selatan mulai menunjukkan kenaikan dalam dua musim tanam terakhir.
Meski demikian, petani masih berharap kemudahan memperoleh solar subsidi untuk mendukung aktivitas pertanian.
Hal itu disampaikan petani jagung asal Desa Pulosari, Kecamatan Tambang Ulang, Balot Satmadi, usai menghadiri pencanangan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung, Senin (29/06/2026).
Balot mengaku, harga jagung yang diterima petani kini jauh lebih baik dibanding musim tanam sebelumnya.
”Kemarin harga jagung di bawah rata-rata, sekitar Rp2.000 lebih sedikit. Alhamdulillah di TM 1 kemarin harganya Rp4.400, kemudian TM 2 sekitar Rp5.300,” ujarnya saat diwawancara.
Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar bagi para petani jagung, setelah sebelumnya hasil panen mereka dihargai relatif rendah.
Meski begitu, persoalan lain masih dihadapi petani, terutama terkait kebutuhan solar subsidi untuk mengoperasikan alat pertanian.
”Kalau pengerjaan kita kekurangan solar, ya terkendala juga dalam pengerjaan,” katanya.
Baca Juga: Kalsel Terapkan Tabel Rafaksi Jagung, Harga di Petani di Tanah Laut Jangan Dipermainkan Tengkulak
Baca Juga: Tanah Laut Resmi Jadi Sentra Jagung Kalsel, Produksi Ditargetkan Penuhi Kebutuhan Daerah
Kesempatan berdialog dengan Kapolda Kalsel dimanfaatkan Balot untuk menyampaikan kendala tersebut.
”Kita beli eceran. Itu yang kami sampaikan kepada Bapak Kapolda tadi,” ungkapnya.
Keluhan itu langsung mendapat respons dari Kapolda Kalsel, yang meminta jajaran kepolisian melakukan pendataan terhadap petani jagung yang berhak menerima solar subsidi.
”Beliau menugaskan para Kapolsek dan Kapolres untuk mendata petani jagung yang bisa mendapat bantuan solar subsidi,” jelasnya.
Selain persoalan solar subsidi, kebutuhan alat dan mesin pertanian juga masih menjadi harapan para petani.
Namun, Balot mengakui bantuan yang mulai disalurkan pemerintah perlahan mampu mengurangi berbagai kendala di lapangan.
”Alsintan memang masih kurang, tapi kendala-kendala itu sedikit demi sedikit sudah teratasi,” tutupnya. (wartabanjar.com/Ikhsan)