Dibakar Mantan Suami Siri, Penjaga Angkringan di Kalteng Sudah 5 Hari Kritis di Rumah Sakit
WARTABANJAR.COM, PANGKALANBUN - Hingga Kamis (18/6/2026) kemarin atau lima hari sejak dirinya dibakar oleh mantan suami siri, kondisi Siti Juhairiyah (29) masih dalam kondisi kritis di RSUD Hanau, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.
Sementara sang mantan suami, Sendi Ramadhan yang diduga secara keji membakar Siti Juhairiyah, belum diketahui keberadaannya.
Tim dari Polres Kobar dan Polsek Pangkalan Banteng yang memburunya menduga ia masih berada di Kalteng, terutama sekitar Kabupaten Seruyan.
"Suudah kami monitor lokasinya," ujar Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiharto.
Sementara informasi yang diperoleh dari Humas RSUD Hanau, korban pembakaran masih dalma kondisi belum sadar.
Ia masih menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Baca Juga: 5 Fakta Napi Anton Meninggal di Lapas, Eks Polisi Penembak Warga Banjarmasin Sempat Todongkan Pistol
Baca Juga: Bau Menyengat Ungkap Istri 6 Hari Temani Mayat Suami di Dalam Rumah
"Pasien belum melalui masa kritis," ujar staf Humas RSUD Hanau seperti dikutip dari Tribunkalteng.com.
Aksi pembakaran oleh mantan suami siri ini terjadi di Desa Karangmulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat, Sabtu (13/6/2026) malam.
Lokasinya di tempat angkringan yang dijaga korban.
Menurut sejumlah warga setempat, sebelum terjadi pembakaran, antara terduga pelaku dan korban sempat terjadi percekcokan yang berujung penganiayaan.
Bahkan kepala korban sempat dipukul menggunakan kayu sebelum menyiramkan bensin lalu disulut menggunakan korek api.
Akibat penganiayaan itu, selain luka di kepala, korban juga mengalami luka bakar hingga 80 persen.
Setelah melakukan aksinya, terduga pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor.
Sementara korban ditolong warga dan dibawa ke Puskemas Karangmulya kemudian dirujuk ke RSUD Hanau. (wartabanjar.om/berbagai sumber)