WARTABANJAR.COM, BARABAI – Langit Desa Aluan, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dipenuhi layang-layang aduan yang saling beradu dalam ajang Lomba Layang-Layang Aduan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang digelar Polres HST tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Sebanyak 128 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung selama dua hari, mulai 13 hingga 14 Juni 2026.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, secara resmi membuka kegiatan yang turut dihadiri Wakapolres HST, para Pejabat Utama (PJU) Polres HST, personel kepolisian, panitia, peserta, dan masyarakat.

Tak hanya menjadi ajang adu ketangkasan menerbangkan layang-layang, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan bagi warga yang memadati lokasi perlombaan sejak siang hari.

Baca Juga: Puncak Hari BPR-BPRS Nasional di Tanah Laut Dorong Kemajuan Ekonomi dan Pertumbuhan UMKM

Baca Juga: Persiapan Lomba Provinsi, Murid SDN Jilatan Alur Tanah Laut Ikuti Sosialisasi Pencegahan Kebakaran

Salah seorang warga yang menyaksikan perlombaan, Arya, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena menghadirkan hiburan, sekaligus menghidupkan kembali tradisi permainan yang digemari masyarakat.

“Kegiatan seperti ini bagus karena menjadi hiburan bagi masyarakat. Selain itu, layang-layang juga merupakan permainan tradisional yang masih banyak diminati. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan,” ujarnya.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengatakan, lomba layang-layang aduan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80, yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Kapolres juga mengapresiasi antusiasme peserta yang ikut memeriahkan kegiatan, serta mengingatkan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keamanan, dan mengutamakan keselamatan selama perlombaan berlangsung.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kebersamaan antarmasyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan,” katanya.