Respons Keluhan Warga, Pemkab Tanah Laut Bersihkan Tumpukan Sampah Liar Belakang Kuburan Muslimin Pelaihari
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) langsung membersihkan tumpukan sampah liar di kawasan belakang Kuburan Muslimin, Kecamatan Pelaihari, Jumat (12/6/2026).
Langkah taktis ini diambil setelah adanya laporan dari masyarakat dan pemberitaan media terkait kondisi kawasan yang menjadi kumuh dan mengganggu kenyamanan.
Pembersihan tumpukan sampah rumah tangga dan material plastik tersebut dilakukan dengan mengerahkan petugas kebersihan beserta armada truk pengangkut.
Seluruh sampah yang menumpuk di lokasi yang sebenarnya yang telah dipasang papan larangan itu kini telah dipindahkan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Aksi tanggap darurat ini merupakan bagian dari realisasi 25 program unggulan Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto dan Wakil Bupati HM. Zazuli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.
Kepala DPRKPLH Kabupaten Tanah Laut, Gt. Erzandi, mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, namun ia juga menegaskan bahwa penanganan masalah ini memerlukan komitmen kuat dari semua pihak, terutama warga setempat.
"Kami berterima kasih atas informasi dan fungsi kontrol dari masyarakat serta rekan-rekan media. Begitu laporan masuk, tim langsung kami instruksikan bergerak ke lapangan. Namun kita juga berharap komitmen bersama dalam mengelola sampah dengan benar," ujarnya.
BACA JUGA: Darurat Sampah di Tanah Laut! TPA Bakunci Hampir Kolaps, UPTD Dorong TPST Modern
BACA JUGA: BANDEL! Pembuang Sampah Sembarangan di Tanah Laut Bakal Diseret ke Pengadilan oleh Satpol PP
Melalui aksi ini, Pemkab Tanah Laut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mengelola sampah rumah tangga sejak dari rumah.
Upaya menjaga kebersihan di bumi Tuntung Pandang dinilai tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan petugas kebersihan, melainkan membutuhkan komitmen bersama dari hulu hingga ke hilir. (Wartabanjar.com/Gazali/*)
Editor: Yayu