Darurat Sampah di Tanah Laut! TPA Bakunci Hampir Kolaps, UPTD Dorong TPST Modern

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Ledakan volume sampah yang mencapai 38 ton per hari membuat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakunci di Kabupaten Tanah Laut kini menjadi “bom waktu lingkungan” yang butuh solusi cepat dan berkelanjutan.

Kepala UPTD Kebersihan DPRKPLH Tanah Laut, Freddy, menegaskan TPA yang berdiri sejak 2001 ini tidak bisa selamanya menerima sampah tidak terpilah.

“Ini tidak bakal selamanya begini. Ke depan akan kita bangun TPST modern di depan,” tegasnya, Rabu (1/10/2025).

Saat ini, TPA Bakunci masih bergantung pada pemulung terdaftar yang menjadi garda terdepan dalam memilah sampah bernilai jual, seperti plastik, kardus, dan logam. Hasil pilahan kemudian dibeli pengepul setiap Sabtu.

Selain itu, sampah organik juga diolah menjadi kompos gratis bagi masyarakat atau dimanfaatkan untuk budidaya maggot sebagai pakan ikan lele.

“Kami hanya memfasilitasi, tapi tidak ikut menjual karena status kami bukan BLUD,” jelas Freddy.

Menuju Solusi Modern

Melalui usulan dana APBN, UPTD berencana membangun TPST terintegrasi yang akan mengubah paradigma pengelolaan sampah: dari hanya menumpuk menjadi mengolah, memanfaatkan, dan meminimalkan residu.

Freddy juga menargetkan tiap kecamatan memiliki tempat pemilahan sendiri. “Jadi sampah dipilah dulu di rumah dan kecamatan, baru residu yang benar-benar tidak bisa diolah dibawa ke TPA,” paparnya.