Tim asuhan Luis de la Fuente datang dengan status juara Euro 2024, dan masih mempertahankan sebagian besar pemain inti.
Kehadiran Lamine Yamal yang terus berkembang menjadi salah satu alasan utama mengapa Spanyol diprediksi melangkah jauh.
Selain itu, Rodri sudah kembali fit dan siap memimpin lini tengah. Beberapa pemain lain seperti Ferran Torres, Mikel Oyarzabal, dan Mikel Merino juga tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Spanyol juga menjadi satu-satunya tim yang memiliki peluang lebih dari 50 persen untuk mencapai babak perempatfinal.
Sedang Argentina, meski datang sebagai juara bertahan setelah sukses di Qatar 2022, timnas ini tidak ditempatkan sebagai unggulan utama dalam simulasi supercomputer tersebut.
Opta masih menilai peluang Albiceleste cukup besar dengan angka 10,4 persen, tetapi berada di bawah Spanyol, Prancis, dan Inggris.
Posisi Argentina di empat besar menunjukkan bahwa tim asuhan Lionel Scaloni tetap diperhitungkan sebagai kandidat kuat mempertahankan gelar, meski bukan favorit nomor satu.
Dan dalam sejarah Piala Dunia, mempertahankan status juara sangatlah sulit. Sepanjang sejarah turnamen Piala Dunia, hanya dua negara yang berhasil menang dua kali berturut-turut, yaitu Italia (1934 dan 1938) dan Brasil (1958 dan 1962).
Setelah Piala Dunia 1962, tim yang menang di event sebelumnya sering diikuti dengan kemunduran di ajang serupa selanjutnya. Piala Dunia cenderung tidak bersahabat bagi juara bertahan.







