Saat baru belajar makan, mungkin anak tidak bisa langsung menerima banyak makanan.
Namun, hindari memberikan porsi makan yang berlebihan dan memaksa Si Kecil menghabiskannya. Berikan saja secukupnya atau sesuai dengan kemampuan makan anak.
Ibu harus mengetahui bahwa anak berisiko mengalami penurunan asupan nutrisi. Karena itu, penting memastikan kebutuhan gizi hariannya tetap terpenuhi.
Selain itu, ibu juga dapat mempertimbangkan susu pertumbuhan sesuai rekomendasi usia untuk membantu mencukupi energi dan nutrisi penting selama fase GTM.
2. Tidak memberikan gadget saat makan
Sebisa mungkin, hindari memberikan distraksi apapun saat anak sedang makan. Ini termasuk televisi, gadget, atau mainan.
Fokuskan anak untuk melihat makannya. Jadi, ia tahu kapan waktunya bermain dan kapan waktunya makan.
Meski demikian, pastikan ibu dan ayah bisa menjadi contoh terbaik untuk anak. Caranya tentu dengan tidak berinteraksi dengan ponsel saat sedang makan, atau tidak makan sambil menonton televisi.
3. Buat suasana makan menyenangkan
Cara mengatasi anak GTM lainnya adalah membuat suasana makan menjadi menyenangkan. Hindari memaksa anak makan saat ia menolaknya.
Sebaliknya, tawarkan kembali beberapa saat kemudian. Sebaiknya, ibu tidak memarahi anak saat ia tidak mau makan, karena hal tersebut justru membuat suasana makan jadi semakin tidak menyenangkan untuknya.
Ibu bisa menyiasati hal ini dengan mengajak anak makan bersama di meja makan sambil mengobrol ringan. Selain itu, ibu bisa berikan penjelasan mengapa makan menjadi hal yang penting dilakukan, dan apa dampaknya apabila Si Kecil tidak mau makan.













