Kepala SPPG Panggung, Muslimin Al Ma’arif memaparkan rincian teknis mengenai wilayah sebaran penerima manfaat program prioritas tersebut.
“Hari ini kami melaksanakan koordinasi dan monitoring program MBG B3 yang berjalan di 6 titik, yaitu 4 posyandu di Kelurahan Pabahanan dan 2 posyandu di Desa Panggung.
Total keseluruhan ada 328 penerima manfaat yang kami sasar agar pemenuhan gizi ini benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” ujar Muslimin Al Ma’arif.
Ia juga menambahkan bahwa intervensi di Pabahanan sudah memasuki bulan kedua, sementara untuk Desa Panggung baru saja resmi dimulai.
Usai memastikan penyaluran di Posyandu Anggrek berjalan lancar, rombongan tim SPPG dan mitra langsung bergerak melakukan monitoring ke sektor pendidikan, yakni ke salah satu penerima manfaat untuk anak sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Tanah Laut.
Langkah jemput bola dan pengawasan berlapis ini sengaja dilakukan untuk memastikan standar mutu, ketepatan waktu, dan higienitas makanan yang disajikan oleh pihak katering tetap terjaga dengan baik.
Owner Yayasan Nanam Jariyah Indonesia (Mazaya Catering), Suhendarti, S. Pd., menegaskan bahwa tujuan monitoring ini adalah untuk menjaga kualitas layanan sekaligus menyelaraskan target jangka panjang program.
“Tujuan monitoring dan koordinasi ini untuk memastikan kualitas gizi makanan tetap terjaga. Harapan kami ke depan, SPPG Panggung dapat terus memperluas sinergi dan memperkuat sistem distribusi agar tujuan mulia memberikan makanan bergizi gratis ini berdampak optimal bagi generasi masa depan,” kata Suhendarti.







