Kepala Puskesmas Tanta Tabalong Ingatkan Bahaya Penularan Hantavirus dari Kotoran Tikus
WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Kasus Hantavirus atau Virus Hanta belakangan ramai menjadi perbincangan setelah virus tersebut diketahui telah terdeteksi di Indonesia dan bahkan menyebabkan kematian.
Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan kotoran tikus yang menjadi sumber utama penularannya.
Kepala Puskesmas Tanta, Kabupaten Tabalong, dr. Ony Erawaty menjelaskan, hantavirus merupakan kelompok virus berbahaya yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus liar.
Meski tidak menyebabkan tikus sakit, virus ini dapat menular kepada manusia dan memicu penyakit serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga kerusakan ginjal yang berpotensi fatal.
Penularan umumnya terjadi ketika seseorang menghirup udara atau debu yang telah terkontaminasi urine, feses, maupun air liur tikus yang terinfeksi," ungkap dr.Ony, Rabu (3/6/2026).
Karena itu, lanjutnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat membersihkan rumah atau area yang berpotensi menjadi sarang tikus.
“Kalau kita mau membersihkan, kita harus melindungi dulu tubuh kita. Kita pakai sarung tangan, pakai masker. Kemudian, jangan langsung disapu karena debunya pasti akan naik dan itu yang bisa menyebabkan masuk ke dalam saluran napas kita,” ujarnya.
Ia menyarankan lantai atau area yang akan dibersihkan terlebih dahulu dibasahi menggunakan disinfektan, seperti larutan klorin atau pemutih pakaian, agar debu tidak beterbangan saat dibersihkan.
Selain itu, sebelum melakukan pembersihan, jendela rumah sebaiknya dibuka selama sekitar 30 menit untuk memperbaiki sirkulasi udara di dalam ruangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan secara rutin.
Masyarakat diminta menutup celah atau lubang di rumah yang dapat menjadi akses masuk tikus.
“Yang lebih aman, lantainya dibasahi dulu. Lebih bagus kalau memakai disinfektan. Kemudian baru disapu sehingga debunya tidak naik. Sebelum melakukan pembersihan, buka dulu jendela sekitar 30 menit agar sirkulasi udara lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan gejala awal hantavirus sering kali menyerupai penyakit infeksi virus pada umumnya sehingga kerap tidak disadari.