WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Seiring dengan perkembangan zaman yang serba canggih di era digital ini, tidak dapat dipungkiri peningkatan homeless media kian meningkat pesat dari tahun.
Maraknya penipuan digital mengincar para pengguna internet dan media sosial yang minim literasi digital.
Ketua Mafindo Kalsel, Dr Sri Astuty menjelaskan, pada dasarnya itu literasi digital di masyarakat yang harus ditingkatkan lagi, agar masyarakat paham dan dapat memilah mana informasi yang benar akurat dan terpercaya dan mana informasi yang tidak bertanggung jawab.
“Jadi yang perlu diperjelas lagi itu pemahaman mereka tentang informasi itu seperti apa. Sebagai contoh saat ini masih banyak yang menjadi penipuan digital,” jelas Astuty dalam program podcast Warta Bicara bertema “Membedah Budaya Asal Viral Homeless Media”, Senin (1/6/2026).
“Bahkan yang baru-baru ini jugakan masih ada pegawai negeri (ASN) yang tertipu dengan adanya penipuan digital yang mengatasnamakan BPJS, Coretax, dan yang lain,” lanjutnya.
Baca Juga Kurang dari 24 Jam, Kasus Dugaan Pembunuhan di Basirih Selatan Banjarmasin Akhirnya Terungkap
Selain itu, untuk di konten media sosial sendiri masih banyak yang mudah percaya dengan informasi yang diberikan, tanpa ada kejelasan kebenaran dari konten itu sendiri.
Oleh sebab itu, kata Astuty, meningkatkan literasi digital dimasyarakat, merupakan suatu hal yang harus dilakukan saat ini, dengan kerja sama pemerintah maupun stakeholder terkait.
“Sehingga masyarakat mengetahui dengan benar sumber dari informasi tersebut, mereka bisa mencari tahu kebenarannya dan melakukan perbandingan bagaimana akurasi dari informasi itu sendiri,” kata Astuty.













