Tahapan berikutnya akan mempertemukan para bakal calon dalam sidang senat terbuka untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja di hadapan senat universitas pada 22-27 Juni 2026.

Pada rentang waktu yang sama, senat tertutup juga digelar untuk menentukan tiga nama calon rektor yang akan melaju ke tahap pemilihan.

Adapun pemilihan Rektor ULM dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026 dengan status tentatif.

Sementara Iwan Aflanie mengatakan mengusung gagasan “think, act, and impact” atau berpikir, bertindak, dan berdampak, dalam pencalonannya.

Dengan gagasan itu, ia akan berusaha membawa ULM menjadi lebih kompetitif hingga tingkat internasional, namun tetap dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berusaha seoptimal mungkin untuk meningkatkan daya saing ULM sampai level internasional, meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika, dan memperkuat kemandirian universitas,” ujarnya.

Saat mendaftar, Iwan Aflanie juga didampingi Guru Besar ULM, Prof Zairin Noor dan Prof Rosihan Adhani serta sejumlah dosen.

Kehadiran mereka, menurut Iwan, menjadi tambahan semangat dalam mengikuti proses pemilihan rektor.

“Ini menjadi modal untuk menambah optimisme kami dan menambah semangat,” tegas Iwan Aflanie. (wartabanjar.com/Ignatius)