“Pas dengar itu aku langsung berasa tak percaya. Terus dikasih dokumentasi di TKP, baru aku langsung bergegas putar balik lagi ke arah RS Idaman di Banjarbaru,” katanya.

Peristiwa itu masih terus membekas dalam ingatannya hingga sekarang.

Rosita dan Muhammad Dylan Nor Fauji merupakan dua dari tiga korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan alat berat grader di ruas Jalan Lawahan-Muara Halayung, Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

BACA JUGA: Kecelakaan Tambak Babi Kabupaten Banjar Polisi Ungkap Grader Mundur Tanpa Pemandu

Bagi Nasir, kehilangan ibu dan keponakannya masih menjadi hal yang paling berat untuk diterima.

Keduanya bahkan dimakamkan dalam satu liang lahat di pemakaman keluarga yang berada tidak jauh dari rumah.

“Kemarin dimakamkan satu liang lahat, almarhumah mama sama almarhum ponakan aku. Karena tiap hari ke mana-mana pasti berdua, sama meninggal pun juga sama-sama,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu