WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kecelakaan maut alat berat jenis grader di Desa Lawahan atau Tambak Babi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan diduga terjadi saat alat berat mundur tanpa pemandu di bagian belakang.

Insiden itu menewaskan Rosita, Rusminah dan Muhammad Dylan Nor Fauji di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya selamat dengan luka ringan.

Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Ari Handoyo mengatakan saat kejadian operator grader hanya bekerja seorang diri lantaran petugas helper sedang meninggalkan posisi.

“Helper-nya saat itu sedang mengambil air,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Ari, grader tersebut kemudian bergerak mundur tanpa mengetahui ada sepeda motor yang berada tepat di belakang alat berat.

Baca Juga Operator Ditahan, Polisi Masih Kembangkan Kasus Grader Maut Tambak Babi Kabupaten Banjar

Baca Juga Patroli Tengah Malam, Polres HST Amankan Sejumlah Remaja dan Motor Diduga Balap Liar

Motor tersebut diketahui ditumpangi empat orang, terdiri dari satu anak kecil dan tiga orang dewasa.

“Grader ini mundur ke belakang tanpa tahu ada sepeda motor di belakang,” katanya.

Polisi juga mengungkapkan pengendara motor sempat membunyikan klakson sebelum kecelakaan terjadi.

Namun, operator grader diduga tidak mendengarnya hingga alat berat terus bergerak mundur dan menabrak korban.

“Karena mungkin diklakson sepeda motor sudah tidak mendengar, akhirnya terus mundur,” ucapnya.

Akibat benturan tersebut, sepeda motor korban mengalami kerusakan cukup parah karena terlindas alat berat.

“Sepeda motornya pecah dan rusak lumayan,” jelasnya.

Saat ini polisi telah menetapkan operator grader sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Tersangka sementara operator grader,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu