“Kayak apa makan anak istri kami,” ujar Jumedi saat menyampaikan orasi.
Selain persoalan gaji, para pekerja juga mengaku status mereka hingga kini hanya dirumahkan tanpa adanya keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara resmi dari perusahaan.
Kondisi tersebut, menurut mereka, membuat para pekerja kebingungan untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain karena status ketenagakerjaan yang belum jelas.
Aksi demonstrasi itu mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.
Kapolres Tabalong, Wahyu Ismoyo bersama Dandim 1008/Tabalong, Alexander Allan Primadi turut memantau jalannya aksi bersama personel gabungan.
Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi bersama sejumlah anggota dewan menemui langsung para pendemo di halaman kantor DPRD.
Riza meminta massa aksi tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Ia juga mempersilakan sekitar 20 orang perwakilan pekerja untuk masuk ke ruang rapat DPRD guna melakukan diskusi terkait tuntutan mereka kepada pihak perusahaan.(wartabanjar com/Suhardi/*).
Editor Restu







