"Makanya kami sampai membuat laporan ke Mapolsek Banjarmasin Barat. Kami tidak masalah kalau ingin damai, tapi setidaknya ada itikad baiknya dan terduga pelaku bisa hadir dalam mediasi tersebut. Tapi nyatanya dia tidak hadir, hanya orang tuanya saja," jelas Anang.

"Karena kami sekeluarga tidak terima dan kasihan juga korban diperlakukan seperti itu, karena korban ini sudah yatim piatu, dan kondisinya itu bisa terbilang disabisilitas lah. Dan dia ini tidak pernah berbuat masalah, bahkan saat diganggu orang juga tidak bisa melawan," lanjutnya.

Maka dari itu, pihak keluarga pun berharap kepada pihak kepolisian agar terduga pelaku bisa segera diamankan, dan diberikan ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya.

"Hal ini kami lakukan sebagai efek jera lah, agar korban ini tidak diganggu lagi, karena dengan kondisinya yang disabilitas ini sering diganggu, dan dianya juga tidak bisa melawan," tuturnya.

"Iwan ini jangankan mau melawan, mau lari aja susah dengan kondisinya yang seperti itu," tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Iptu Indra Permadi membenarkan adanya kejadian tersebut, dan saat ini masih melakukan penyelidikan.

"Untuk pelaku masih dalam pengejaran. Selain itu, petugas juga melakukan pendekatan kepada pihak keluarga, agar pelaku mau menyerahkan diri," pungkasnya. (wartabanjar.com/iqnatius)