Sejumlah Kawasan Banjarmasin Banjir Rob karena Fenomena Super New Moon, ini Penjelasannya
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin beberapa hari belakangan ini direndam banjir rob.
BMKG Kalsel menyebut hal itu dikarenakan adanya fenomena astronomi Super New Moon pada 17 Mei 2026 lalu.
Hal ini memicu kenaikan air laut sehingga membanjiri daratan dan pemukiman warga.
Khusus Kalimantan Selatan, dampaknya terjadi di pesisir perairan Sungai Barito yang meliputi wilayah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala.
Apa itu Super New Moon?
Mengutip berbagai sumber, Kamis (21/5/2026), Super New Moon adalah fenomena astronomi dimana fase bulan baru (saat bulan tak terlihat) terjadi bersamaan dengan titik perigee, yakni jarak terdekat Bulan dengan Bumi.
Posisi ini menghasilkan gaya gravitasi ekstrem yang memicu kenaikan pasang air laut maksimum atau banjir rob di berbagai wilayah.
Dampak Super New Moon
Fenomena astronomi ini berdampak langsung secara lokal dan global, yang perlu diketahui yaitu:
Potensi Bahaya: Gaya tarik gravitasi yang lebih kuat dari biasanya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pesisir dan pelabuhan, seperti aktivitas bongkar muat, tambak garam, dan perikanan darat.
Dampak Lokal, khususnya di Kota Banjarmasin: Baru-baru ini fenomena tersebut memicu kenaikan pasang air laut yang berdampak langsung hingga menyebabkan jalan tergenang (banjir rob) di wilayah pesisir, termasuk daerah Kelayan, Jalan Zafri Zamzam dan sekitarnya di Banjarmasin.
Tanggal Kejadian: Fenomena ini terjadi beberapa kali dalam setahun. Pada pertengahan tahun ini, salah satu fase Super New Moon terjadi pada tanggal 17 Mei 2026, fase siklus berikutnya diperkirakan akan muncul kembali pada 14 Juni 2026. (wartabanjar.com/yayu/berbagai sumber)
Editor: Yayu