Rupiah Sentuh Level Terendah Rp17.745 per Dolar AS

Saat itu, ia membeli obligasi negara yang dilepas investor senilai Rp 100 miliar. Lalu, pada awal pekan ini Rp 830 miliar, dan Selasa Rp 1,29 triliun.

Ia menyiapkan dana senilai Rp 2 triliun per hari untuk kebijakan buyback SBN dari hasil mekanisme cash management atau pengelolaan uang tunai yang ada di APBN 2026.

SBN yang dibeli kembali itu digunakan untuk operasi perbendaharaan negara, termasuk menjual kembali kepada investor nantinya.

Dengan realisasi buyback yang di bawah dana Rp 2 triliun itu, Purbaya menganggap artinya memang sedikit investor yang melego SBN pemerintah, sebab sentimen mereka masih positif untuk memiliki surat utang negara dan menjaga pasokan dolar di dalam negeri.

“Karena enggak ada yang jual. Artinya mereka sayang juga itu jual barang itu karena menguntungkan rupanya. Jadi masih kredibel surat utang kita itu. Kalau mereka jual, saya beli. Jadi asing juga enggak ngelepas,” paparnya.

Dari hasil kebijakan yang mulanya ia sebut menggunakan mekanisme Bond Stabilization Fund (BSF) itu, total aliran modal asing bahkan terjaga masuk hingga Selasa dengan total Rp 1,3 triliun, sehingga mempertebal pasokan dolar di dalam negeri.

Makanya, ia percaya diri, kurs rupiah akan menguat kembali dalam waktu dekat, dan ia bahkan tak segan mengimbau kepada para pemegang dolar untuk segera melepaskannya karena level Rp 17.600/US$ tak lagi akan lama lagi berakhir.

“Kalau anda pegang dolar sekarang ya jual ajalah,” kata Purbaya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor Restu