Empat fasilitas pendidikan, dua fasilitas ibadah dan tiga kantor di Desa Mandingin, turut terdampak genangan air.
Sedangkan di Desa Pajukungan tercatat sebanyak 28 rumah terdampak banjir.
Di Kecamatan Batu Benawa, banjir terjadi di Desa Aluan Besar dan Desa Paya Besar.
Sebanyak 373 rumah dengan 1.029 jiwa terdampak di Desa Aluan Besar, sementara di Desa Paya Besar tercatat 281 rumah dengan 860 jiwa terdampak banjir.
Satu musola, kantor desa dan SDN Paya Besar juga ikut terdampak dengan tinggi muka air di jalan umum mencapai 10 hingga 60 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Pandawan banjir melanda Desa Kayu Rabah, Jaranih, Masiraan dan Palajau.
Desa Jaranih menjadi wilayah terdampak terbesar di Kecamatan Pandawan, dengan 391 rumah dan 1.344 jiwa terdampak banjir, sementara 26 rumah dengan 93 jiwa dilaporkan terendam.
Sedangkan di Desa Masiraan tercatat 227 rumah dengan 690 jiwa terdampak, dan di Desa Kayu Rabah sebanyak 39 rumah terdampak, serta 10 rumah terendam banjir dengan tinggi muka air di dalam rumah mencapai 5 sentimeter.
Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat banjir tersebut.
Fitriadinoor mengatakan, kondisi banjir di Kecamatan Batu Benawa mulai berangsur surut.
Namun di Kecamatan Barabai ketinggian air cenderung tetap dan sebagian mengalami kenaikan, sedangkan di Kecamatan Pandawan debit air masih mengalami kenaikan.
Saat ini BPBD dan Damkar HST terus melakukan pendataan wilayah terdampak banjir, dengan melibatkan seluruh personel di lapangan. (wartabanjar.com/Adew)







