WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan penguatan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) bagi para bidan desa dan puskesmas guna menekan angka kematian ibu dan bayi.

Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong diikuti 50 bidan desa maupun puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Ahmad Baihaki, mengatakan para bidan memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak di lapangan.

“Makanya kita adakan penguatan program untuk ibu hamil sampai melahirkan itu karena penting buat para Bidan dalam pelayanan dan pendampingan secara menyeluruh," ujar Baihaki, Minggu (17/5/2026).

Ditambahkannya, salah satunya dalam penguatan program tersebut adalah alat monitor bagi Bidan yakni Buku Merah untuk pertolongan dan pencatatan kepada ibu hamil, dari situlah bisa dioptimalkan sejak masa kehamilan sampai proses kelahiran.

BACA JUGA: Pemkab Tabalong Gencarkan Pendampingan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku IKM

BACA JUGA: Bagikan 1.500 Bibit Sayuran ke Warga Tabalong, Firman Yusi Sebut Perkuat Ketahanan Pangan, Ekonomi dan Energi

Dengan penguatan program tersebut, Dinas Kesehatan Tabalong berharap upaya pendampingan kepada ibu hamil semakin maksimal sehingga angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tabalong dapat terus ditekan.

Selain meningkatkan wawasan dan kemampuan para bidan dalam mendampingi ibu hamil, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi petugas kesehatan di lapangan.

Penguatan peran lintas program dan lintas sektor dalam upaya pencegahan kematian ibu dan bayi turut menjadi fokus pembahasan. (wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu