BPBD Catat Dua Desa di Kintap Tanah Laut Terdampak Luapan Air Sungai

Terkait kondisi warga di Desa Salaman, BPBD mencatat setidaknya ada 28 rumah yang terdampak di empat wilayah RT yang berbeda, meski saat ini kondisi air perlahan mulai surut.

“Untuk Salaman malam tadi yang terdampak ada di 4 RT, di antaranya RT 05 ada 3 buah rumah, RT 06 ada 6 buah rumah, RT 07 ada 9 buah rumah, dan RT 08 ada 10 buah rumah. Tidak ada laporan warga yang mengungsi, mereka masih bertahan di rumah masing-masing. Untuk akses jalan menuju Salaman juga ada beberapa titik yang terjadi luapan air sungai,” tambahnya.

Meskipun saat ini belum didirikan posko pengungsian secara resmi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama personel Damkar tetap disiagakan, untuk melakukan monitoring secara rutin di sepanjang aliran sungai guna memastikan keamanan warga.

​”Sampai saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing. Pak Camat bersama BPBD melakukan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Untuk saat ini belum ada pembentukan pos di lokasi. TRC BPBD dan juga dari Damkar masih melakukan monitoring secara rutin,” tutupnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Tanah Laut mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kintap, untuk selalu waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan.

Warga diminta untuk segera mengamankan dokumen penting dan peralatan elektronik, serta melaporkan setiap perkembangan kondisi kepada petugas terdekat, guna percepatan penanganan jika situasi kembali memburuk. (Wartabanjar.com/Gazali)