Tragedi Berdarah di Perairan Taboneo Tanah Laut: Niat Melerai Malah Tertikam Pisau

“Setelah menunggu lama akhirnya ada batu bara yang tersisa di dalam tongkang. Selanjutnya pelaku mempunyai bagian yang lebih banyak daripada bagian milik saksi, karena pelaku lebih dulu tiba di atas tongkang RMN 3316,” ungkap Iptu Alamsyah Sugiarto.

Cekcok mulut yang berubah menjadi baku hantam tak terhindarkan. Saat itulah korban mencoba menengahi, namun nahas, pelaku langsung mengayunkan sebilah pisau.

“Korban Rafii berniat membantu Hilman, namun Kaspul Anwar mengayunkan sebilah pisau yang mengenainya. sehingga Rafii terjatuh dan tidak sadarkan diri,” tambah Kasat Polairud.

​Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan, saat hendak dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.(Wartabanjar.com/Gazali)