Dengan infrastruktur yang sudah mapan, BKPRMI bukan lagi organisasi kecil, melainkan mesin penggerak pendidikan karakter yang nyata.
“BKPRMI memiliki lebih dari 2.200 ustaz-ustazah, hampir 400 TKA/TPA, dan lebih dari 20.000 santri. Ini potensi luar biasa untuk mendukung pembangunan daerah dan pembinaan keagamaan,” katanya.
Tak hanya bicara soal peran, Wahyudi juga menyentuh aspek kesejahteraan yang selama ini menjadi perhatian serius Pemkab Tanah Laut.
Ia memberikan apresiasi tinggi karena Tanah Laut kini menjadi barometer kesejahteraan pengajar mengaji di tingkat provinsi.
“Insentif guru TKA/TPA di Tanah Laut saat ini mencapai Rp750.000 per bulan, tertinggi di Kalimantan Selatan. Sementara di beberapa kabupaten lain masih berada di kisaran Rp200.000 hingga Rp150.000 per bulan,” katanya.
Kemeriahan acara semakin terasa saat alunan kesenian tradisional Madihin dari Grup Sangkakala menghibur para hadirin, menyisipkan pesan moral melalui rima yang jenaka namun bermakna.
Agenda ditutup dengan sesi dokumentasi yang memperlihatkan soliditas seluruh Ketua DPK bersama para pejabat daerah.(Wartabanjar.com/Gazali/*)
Editor: Yayu







