Kegiatan dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan persiapan ibadah salat subuh, dilanjutkan dengan pembinaan mental dan fisik (bintalsik).
Sesi materi berlangsung dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, dengan jeda istirahat pada waktu salat serta makan.
Berbagai materi strategis disampaikan oleh sejumlah narasumber dari instansi berbeda, mulai dari Kementerian pertanian, hukum oleh Kejaksaan Agung, pencegahan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta penegakan hukum oleh Kepolisian Republik Indonesia.
Riza menyatakan, seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama retreat akan diupayakan untuk diterapkan dalam pembangunan di Kabupaten Tabalong.
Ia juga mengingat pesan Presiden Prabowo Subianto, yang disampaikan di hadapan ratusan Ketua DPRD kabupaten/kota se-Indonesia.
“Pesan beliau, setiap pemimpin harus berani mengambil satu keputusan yang berpihak pada rakyat. Jika ingin menjadi pemimpin yang tangguh, maka belajarlah dari sejarah,” kata Riza.
Selain itu, Riza menambahkan, Presiden juga menegaskan bahwa dalam kepemimpinan tidak ada kebenaran yang mendua.
Sehingga seorang pemimpin harus tegas dan konsisten dalam mengambil sikap demi kepentingan masyarakat luas. (wartabanjar.com/suhardi).







