Kasus Pencurian Susu di Banjarmasin Berakhir Damai

Ia diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan harus menanggung keluarga dengan delapan anak, sementara istrinya mengalami gangguan kejiwaan.

Dua anaknya yang masih balita bahkan telah diasuh oleh warga sekitar, dan enam lainnya belum mengenyam pendidikan.

“Kami melihat ini dari sisi kemanusiaan. Setelah kerugian diganti, pihak toko juga bersedia menyelesaikan masalah ini secara damai,” ucapnya.

TK sendiri merupakan pendatang asal Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, yang baru sekitar dua minggu tinggal di Kelurahan Sungai Baru.

Meski demikian, identitas kependudukannya tercatat di wilayah Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala.

Upaya untuk memulangkannya ke daerah asal sempat dilakukan bersama Dinas Sosial Kota Banjarmasin, namun terkendala administrasi.

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Batola, TK bersama keluarganya akhirnya dibawa ke Rumah Singgah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, dengan pendampingan dari Bhabinkamtibmas.

“Kami berupaya menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga sosial. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” pungkasnya. (wartabanjar.com/iqnatius)