Jelang Idul Adha, 40 Peserta se Kalsel Ikuti Pelatihan Sembelih Halal

Menurutnya, kehadiran juru sembelih yang terlatih sangat penting untuk memastikan daging yang dihasilkan tidak hanya halal, tetapi juga aman, higienis, dan berkualitas.

“Peserta pelatihan diharapkan mampu menerapkan teknik yang benar, sehingga daging yang dihasilkan lebih empuk, tidak berbau, dan layak konsumsi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Jalal Banua Indonesia, Muhammad Yusrin, menyebutkan pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap juru sembelih yang kompeten, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.

Ia menjelaskan, empat materi utama diberikan dalam pelatihan, yakni fiqih sembelih untuk memastikan kehalalan, kesejahteraan hewan agar proses dilakukan secara ihsan, teknik penyembelihan yang tepat, serta teknik mengasah pisau agar sesuai standar.

“Kesejahteraan hewan juga menjadi perhatian penting, termasuk bagaimana perlakuan yang baik terhadap hewan sebelum disembelih. Ini berdampak langsung pada kualitas daging,” jelasnya.

Yusrin menambahkan, praktik penyembelihan yang tidak tepat masih kerap ditemukan di lapangan dan berpotensi menurunkan kualitas daging, bahkan membuatnya tidak layak konsumsi.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi juru sembelih yang profesional di daerah masing-masing, serta mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penyembelihan yang sesuai syariat dan standar kesehatan,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)


Editor Restu