WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Si jago merah berkobar di gudang pabrik plywood milik PT Surya Satria Timur di Jalan Pasir Mas, Jumat (1/5) petang.

Berkat kerja sama tim gabungan, api berhasil dijinakan tanpa sempat menyebar ke kawasan bangunan yang lain.

Setelah api padam, petugas pemadam kebakaran bersama puluhan relawan BPK berangsur meninggalkan lokasi kejadian,

Pascapemadaman, pihak keamanan perusahaan bersama aparat kepolisian langsung melakukan pengecekan di area pabrik guna menelusuri penyebab kebakaran.

Baca Juga: Kebakaran Terjadi di Gudang Plywood PT Surya Satria Banjarmasin

Baca Juga: Dini Hari Dua Kebakaran Goyang Banjarmasin, Gudang Plywood Surya Satria dan Komplek Abdi Persada

Koordinator Keamanan Pabrik, Ferry, mengatakan api pertama kali diketahui oleh seorang karyawan dari bagian engineering.

Saat itu, karyawan tersebut melihat adanya titik api di dalam pabrik yang kemudian dengan cepat membesar.

“Awalnya terlihat api kecil di dalam pabrik, lalu membesar dan langsung dilaporkan kepada kami. Setelah itu kami lakukan penanganan awal,” ujar Ferry.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sumber api diduga berasal dari material kering hasil proses press dryer.

Bahan tersebut sebelumnya telah melalui proes pemanasan dan ditumpuk di gudang, sehingga diduga masih menyimpan panas yang kemudian memicu kebakaran.

“Ini masih dugaan awal, belum bisa dipastikan. Kemungkinan berasal dari bahan kering hasil press dryer, bukan karena korsleting listrik," ungkap Fery.

"Bahan yang sudah dipanaskan lalu ditumpuk, mungkin dari situ muncul api. Mesin juga tidak beroperasi saat itu,” tambahnya.

Ferry juga menambahkan bahwa saat kejadian tidak ada aktivitas produksi di dalam pabrik, hanya terdapat pekerja bagian servis.

“Tidak ada produksi, hanya tenaga servis. Jadi kemungkinan besar sumber api dari bahan veneer,” katanya.

Sementara itu, seluruh aktivitas pabrik untuk sementara dihentikan, karena area gudang saat ini masih dalam proses pembersihan dan perawatan, sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari manajemen perusahaan. (wartabanjar.com/iqnatius)