WARTABANJAR.COM, BARABAI – Panen perdana padi di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan pada Kamis (30/4/2026), menjadi gambaran kondisi produksi pertanian daerah yang relatif stabil di tengah berbagai tantangan sektor pangan.

Kegiatan ini tidak hanya menandai dimulainya musim panen, tetapi juga memperlihatkan kemampuan daerah dalam menjaga ketersediaan pangan.

Dengan luas baku sawah mencapai 25.571 hektare, HST selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penyangga pangan di Kalimantan Selatan.

Baca Juga Shafeea Menangis di Siraman El Rumi, Ahmad Dhani Kisahkan Maia yang Selingkuh

Kepala Dinas Pertanian HST, Agustian, menyampaikan bahwa ketersediaan benih padi di HST dalam kondisi aman bahkan surplus. Dari kebutuhan sekitar 625 ton, potensi produksi benih mampu mencapai 1.000 hingga 1.200 ton per tahun.

“Dengan kondisi ini, kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga bisa menyuplai ke daerah lain,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dukungan sarana seperti gudang penyimpanan dan mesin pengering berkapasitas 2,5 ton per hari turut membantu menjaga kualitas hasil panen agar tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu, sekitar 75 persen petani di HST telah menggunakan varietas unggul, sementara sebagian lainnya masih mengembangkan varietas lokal.

Pemerintah daerah juga melakukan pemulihan kesuburan lahan melalui penerapan pupuk organik di sekitar 4.000 hektare lahan tadah hujan.

Agustian mengingatkan bahwa sektor pertanian tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari potensi El Nino, ancaman kebakaran hutan dan lahan, hingga serangan hama.

“Kita harus tetap waspada terhadap perubahan iklim dan gangguan hama agar produksi tetap terjaga,” tambahnya.

Bupati HST, Samsul Rizal, menegaskan bahwa panen perdana ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

“Kegiatan panen perdana ini merupakan bentuk kerja nyata dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas lahan serta kesiapan menghadapi perubahan iklim.

“Kita harus terus berinovasi dan menjaga kualitas tanah agar produktivitas tidak menurun,” tegasnya.