“Melalui bakti sosial ini, kami ingin membantu meringankan beban ekonomi para buruh dan masyarakat di tengah tantangan yang ada, sekaligus menciptakan suasana peringatan Hari Buruh yang aman dan kondusif,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, Gubernur H Muhidin mengapresiasi prakarsa jajaran Polda Kalsel melaksanakan kegiatan yang dihadiri sekitar 1.500 buruh atau pekerja di Kalsel.
Gubernur berharap, kesejahteraan para buruh terus meningkat dan upah bisa selalu disesuaikan dengan UMP, melalui diskusi bersama unsur tripartit yakni pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Menandai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilakukan pemotongan nasi tumpeng oleh Gubernur Kalsel H Muhidin, Kapolda Kalsel Irjenpol Rosyanto Yudha Hermawan, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK yang diserahkan kepada masing-masing ketua persatuan pekerja/buruh yakni KSPSI, KSBSI, dan FSPMI.
Pada kesempatan itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Kalsel, Sadin Sasau atas nama seluruh pekerja, menyampaikan aspirasi buruh terkait sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.
Pihaknya meminta agar sistem outsourcing dapat dihapuskan, karena berdampak pada ketidakpastian kerja, upah yang rendah, minimnya jaminan sosial, serta buruh rentan mengalami PHK tanpa pesangon.
Terkait kegiatan, ia dan seluruh unsur serikat pekerja, menyambut baik kegiatan yang menurutnya tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga wadah penyampaian aspirasi buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan di momentum May Day tahun ini. (Wartabanjar.com/sal/adpim/*)
Editor Restu







