Menakar Kesiapan Kecamatan Pelaihari Jadi Tuan Rumah MTQ ke-48 Kabupaten Tanah Laut, Sinergi Lintas Sektor Mulai Dipacu
Mengenai aspek finansial, Fajar membeberkan bahwa skema kegiatan saat ini sedang disusun berdasarkan plafon anggaran yang ada, dengan tetap mempertimbangkan opsi penambahan pada anggaran perubahan nanti.
Di sisi lain, Plt. Kabag Kesra Setda Tanah Laut, Ikhwansyah, menyoroti tiga poin krusial dalam rapat ini: komposisi kepanitiaan, penentuan titik lokasi, dan jadwal teknis.
Ia meminta perhatian khusus pada detail di lapangan.
"Agenda utama rapat meliputi pembentukan panitia, penentuan lokasi, serta penetapan jadwal pelaksanaan. Kesiapan teknis, termasuk venue lomba, desain panggung, serta dukungan terhadap partisipasi UMKM lokal," ujar Ikhwansyah.
Ia juga menekankan bahwa penentuan lokasi di kawasan representatif sangat vital untuk menunjang kemeriahan acara dan efektivitas koordinasi.
Senada dengan itu, Ketua I LPTQ Tanah Laut, M. Wahyudi, mengingatkan bahwa MTQ memiliki dimensi spiritual yang lebih luas daripada sekadar kompetisi.
"MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari syiar Islam dan pembinaan generasi Qur'ani," ucapnya.
Wahyudi juga memberikan catatan kritis mengenai dinamika wilayah perkotaan yang memiliki tantangan tersendiri.
"Pemanfaatan sumber daya yang ada di Kecamatan Pelaihari, sekaligus mengantisipasi tantangan koordinasi di wilayah perkotaan. Setelah pembentukan panitia, seluruh pihak perlu segera bergerak agar setiap aspek teknis dapat dipersiapkan lebih awal dan matang," pesannya.
Melalui konsolidasi awal ini, otoritas setempat berharap seluruh elemen dapat bergerak serentak untuk memastikan MTQ Nasional ke-48 di Pelaihari berjalan dengan tertib, lancar, dan mencapai kesuksesan maksimal. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu