Jelang PSS vs PSIS di Liga 2, Panser Biru-Snex Ungkit “Sepak Bola Gajah 2014”, Cek Kasusnya

Tidak ada serangan ke lawan.Lalu pada menit ke-78, pemain PSS, Agus Setiawan mencetak gol ke gawang sendiri dan penjaga gawang membiarkan bola masuk gawangnya.

Sepuluh menit kemudian, PSS kembali melakukan gol bunuh diri lewat Hermawan Jati sehingga skor menjadi 2-0 untuk PSIS Semarang.

PSIS tidak mau kalah. Pemainnya melakukan 3 kali gol bunuh diri yakni Fadli Manan menit 89 serta Komaedy pada menit 90+1′ dan 90+3′.

Akhir PSS Sleman menang dengan skor 3-2.

Kejanggalan yang diperlihatkan secara kasat mata ini membuat PSSI dan FIFA turun tangan menginvestigasi.

Media-media internasional pun ikut mengulas peristiwa itu.Sejumlah pelaku “Sepak Bola Gajah” baik dari PSS maupun PSIS mendapat hukuman yang berbeda-beda.

Tim PSIS dan PSS pun didiskualifikasi.

Berdasar penelusuran aksi itu dilakukan agar terhindar melawan Pusamania Borneo FC di semifinal.

Saat berkembang isu, siapapun yang menghadapi Pusamania Borneo FC bakal “kalah” karena ada kepentingan tertentu.Berdasar penelusuran literasi “Sepak Bola Gajah” pernah terjadi sebelumnya pada 21 Februari 1988.

Tim Persebaya Surabaya “kalah” 0-12 dari Persipura.

Saat itu, Persebaya diduga sengaja mengalah untuk menjegal PSIS Semarang lolos ke babak semifinal.

Syaratnya, Persebaya harus kalah dengan skor minimal 0-4. Kabarnya, cara memalukan ini dilakukan Persebaya untuk membalas sakit hati mereka terhadap PSIS.

Pada musim sebelumnya, PSIS mengandaskan impian Persebaya lolos ke partai final setelah dianggap mengalah dari PSM Makassar.

Istilah “Sepak Bola Gajah” muncul karena wasit yang memimpin laga Persebaya vs Persipura berasal dari Lampung tempat para gajah dilatih bermain sepak bola.(Wartabanjar.com/dwisud)

Editor Restu