Jelang PSS vs PSIS di Liga 2, Panser Biru-Snex Ungkit “Sepak Bola Gajah 2014”, Cek Kasusnya

WARTABANJAR.COM – Siapa tim dari Grup Timur Liga 2 Championship yang berhak promosi, bakal ditentukan di laga terakhir, akhir pekan ini.

Ada 2 tim yang berpeluang besar yakni PSS Sleman dan Persipura, namun ada Barito Putera yang bisa menjadi “kuda hitam” bila ada di antara kedua tim itu yang “terpeleset”.

Kenangan pahit “Sepak Bola Gajah” pada 2014 silam kembali dimunculkan suporter PSIS yang tergabung di Panser Biru dan Snex karena di laga terakhir bakal ada duel PSS Sleman vs PSIS Semarang.

Baca Juga PSS Sleman atau Persipura, Tiket Promosi Liga 1 Ditentukan di Laga Akhir Championship

Ya, saat ini PSS Sleman berada di puncak klasemen Grup Timur Liga 2 Championship dengan 53 poin.Lalu di urutan kedua ada Persipura dengan poin sama disusul Barito Putera 50 poin.

Untuk bisa dapat tiket promosi, PSS Sleman setidaknya bermain imbang untuk di posisi kedua atau zona playoff promosi.

Tetapi kalau ingin menjadi juara grup sehingga langsung lolos promosi harus mengalahkan PSIS Semarang.

Apabila PSS Sleman kalah dari PSIS Semarang, tiket promosi bisa diambil Barito Putera.Duel PSS Sleman vs PSIS Semarang mengingatkan pada tragedi di dunia sepak bola Indonesia pada 2014.

Saat itu kedua tim dari provinsi bertetangga ini “main mata” saat bertanding sehingga muncul “Sepak Bola Gajah”.

Suporter PSIS Semarang dari Panser Biru dan Snex ramai-ramai mengingatkan memori kelam itu di medsos.

“Tetep ngoyo lawan Sleman.. Jangan ada main Mata.. yang dikhawatirkan ada Sepakbola Gajah Part 2 @psisfcofficial,” tulis @do********.

“Pliz lawan PSS Sleman jgn main mata ya. Hrus fight dan menang,” tulis @rick********.

“Musuh sleman ojo dadi gajah!,” tulis @m*******.

Memori Kelam “Sepak Bola Gajah”Pada 26 Oktober 2014 dalam laga babak delapan besar Divisi Utama, bertanding PSS Sleman dan PSIS Semarang yang sama-sama sudah memastikan diri lolos ke semifinal.

Anehnya, kedua tim tersebut tidak ada yang ingin menang dalam duel di Stadion Sasana Krida AAU, Yogyakarta.

Agar bisa kalah, kubu PSIS Semarang dan PSS Sleman sama-sama melakukan strategi gol bunuh diri.

Sejak peluit kick off dibunyikan wasit Hilman Simangunsong, pemain kedua tim hanya memainkan bola di daerah pertahanan sendiri.