WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Optimisme investasi di Indonesia kembali ditegaskan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, usai melaporkan perkembangan realisasi investasi kuartal I tahun 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Dalam laporannya, Rosan menyampaikan bahwa meski dunia tengah diliputi ketidakpastian akibat tensi geopolitik dan geoekonomi, minat investor global terhadap Indonesia tetap tinggi. “Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik,” ujarnya.

Optimisme tersebut tercermin dari hasil kunjungan kerja ke sejumlah negara mitra utama, seperti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Dalam setiap forum besar maupun pertemuan terbatas bersama Presiden Prabowo, Indonesia disebut masih menjadi primadona investasi.

Rosan memaparkan sejumlah komitmen investasi yang signifikan. Dari Jepang, potensi investasi mendekati USD 30 miliar, sementara dari Korea Selatan mencapai sekitar USD 10 miliar. Investasi dari Tiongkok juga disebut tetap konsisten dan tinggi, memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi strategis di kawasan Asia.

Lebih jauh, Rosan menekankan bahwa tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional lima tahun ke depan. Jika periode 2014–2024 mencatat realisasi sekitar Rp9.100 triliun, maka pada periode 2025–2029 target ditingkatkan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun. “Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga,” imbuhnya.

Dengan capaian ini, pemerintah optimistis Indonesia akan terus menjadi magnet bagi investor global. Selain memperkuat hilirisasi industri, arus investasi yang masuk diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar