WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Dibalik penyitaan 1,1 kilogram sabu senilai Rp 1,3 miliar, terselip fakta miris mengenai profil para pelakunya.
Hal tersebut diungkap Kapolres Tanah Laut Ricky Boy Siallagan yang didampingi Kasatresnarkoba M. Firmansyah Baso, dan Kasi Humas Hari Setiawan di Joglo Wicaksana Laghawa Mapolres Tanah Laut yang dihadiri Kapolres beserta jajaran PJU, Rabu (22/4/2026).
Terungkap bahwa 7 tersangka yang diringkus mayoritas tidak tamat pendidikan dasar dan bekerja serabutan.
Baca Juga Diperlukan Perawat Gigi untuk RS Amanah Banjarmasin, Cek Info Lowongan Kerja
Kapolres Tanah Laut Ricky Boy Siallagan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama memerangi peredaran narkotika dengan cara meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar, keluarga, dan pergaulan anak-anak.
Ia menekankan bahwa peran keluarga sangat krusial agar warga yang memiliki kerentanan ekonomi tidak tergiur masuk ke dalam jaringan gelap narkoba.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Tanah Laut untuk tidak mencoba-coba narkoba dalam bentuk apa pun. Segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing,” ujar Ricky Boy Siallagan.
Pimpinan Polres Tanah Laut tersebut menutup keterangannya dengan mengajak semua pihak untuk lebih aktif demi masa depan generasi muda.
“Peran aktif masyarakat sangat penting demi menyelamatkan generasi muda dan mewujudkan Tanah Laut yang bersih dari narkoba,” pungkas Kapolres.(Wartabanjar.com/Gazali)







