Salah satunya adalah melalui pemantauan langsung ke lokasi-lokasi yang memiliki riwayat karhutla tinggi.
”BPBD dan juga Manggala Agni melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Kami juga melakukan ground checking di wilayah-wilayah rawan karhutla seperti Kecamatan Tambang Ulang, Bati-Bati, Kurau, Bumi Makmur, dan Panyipatan,” jelas Aspi.
Selain kesiapan fisik di lapangan, Aspi juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan air dan kesehatan masyarakat.
Ia mengimbau agar sektor pertanian segera melakukan penyesuaian jadwal tanam serta mendorong layanan kesehatan untuk bersiap menghadapi potensi penyakit musiman.
”Perlu antisipasi terhadap potensi peningkatan gangguan kesehatan seperti ISPA dan penyakit lainnya melalui kesiapsiagaan layanan kesehatan serta meningkatkan edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat selama musim kemarau,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Tanah Laut telah melaksanakan rapat koordinasi pada 8 April lalu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama dan PTAM Berkah Banua.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memantau dinamika cuaca guna mengantisipasi perubahan situasi yang sewaktu-waktu dapat terjadi. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu







