Data Belum Sinkron, Serapan Tenaga Kerja Disabilitas di Banjarbaru Dinilai Belum Maksimal

“Expo itu harus dimanfaatkan agar serapan tenaga kerja bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Di sisi lain, ia mendorong pemerintah melalui Balai Latihan Kerja (BLK) agar lebih memprioritaskan pelatihan bagi penyandang disabilitas.

Ia juga mengusulkan langkah konkret melalui kerja sama lintas program, salah satunya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi peluang nyata dalam menyerap tenaga kerja disabilitas, bahkan untuk pekerjaan sederhana.

“Kalau diwajibkan saja dua sampai lima orang per unit, itu sudah bisa jadi langkah konkret,” katanya.

Ia mencontohkan, jika terdapat sekitar 200 satuan pelayanan seperti SPPG di Kalimantan Selatan, maka potensi serapan tenaga kerja bisa signifikan.

“Kalau lima orang saja dikali 200, itu sudah seribu tenaga kerja terserap,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai diperlukan kejelian dalam merancang kerja sama yang konkret agar peluang tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan.

“Koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait harus diperkuat agar penyerapan tenaga kerja bisa optimal,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu