Sejumlah instansi yang terlibat di antaranya Dinas Kesehatan, Bapperida, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup, serta Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, turut hadir para camat, kepala puskesmas dari 19 unit, serta tenaga sanitarian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antarinstansi dalam proses pengumpulan dan pengolahan data EHRA, sehingga menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah Kabupaten HST menilai, hasil Studi EHRA nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, program yang dijalankan ke depan diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (wartabanjar.com/Adew/*)
Editor Restu







