Akses Jalan ke Papagaran dan Pantai Uang yang Tertutup Akibat Longsor di Patikalain HST Sudah Kembali Normal
WARTABANJAR.COM, BARABAI –
Akses jalan menuju Dusun Papagaran dan Pantai Uang yang sebelumnya tertutup akibat longsor di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, kini sudah dapat dilalui kembali.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadinoor, menyampaikan bahwa pembersihan material longsor dilakukan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 10.50 WITA.
“Tanah longsor sudah dibersihkan dan kondisi jalan sudah bisa dilalui kembali,” ujarnya.
Sebelumnya, longsor terjadi pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 16.35 WITA akibat hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan tersebut.
Baca Juga Polisi Amankan Pria yang Masuk Rumah Warga di Sungai Gampa Banjarmasin
Longsor terjadi di dua titik di Desa Patikalain RT 03 RW 01.
Material longsor sempat menutup badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Adapun panjang titik longsor pertama sekitar 10 meter, sementara titik kedua sekitar 5 meter.
Dalam proses penanganan, tim gabungan dari BPBD dan Damkar HST bersama TNI, Polri, serta warga setempat diterjunkan ke lokasi.
Sedikitnya 23 personel BPBD dan Damkar HST terlibat dalam proses pembersihan tersebut.
Fitriadinoor menjelaskan, penanganan di lapangan sempat mengalami kendala, di antaranya keterbatasan sumber air serta tidak adanya alat berat.
“Kendala di lapangan karena sumber air terbatas, sehingga sedikit menghambat proses pembersihan. Selain itu, tidak ada bantuan alat berat karena akses jalan tidak memungkinkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat kejadian, akses jalan sempat hanya bisa dilalui kendaraan roda dua melalui bahu jalan yang tidak terdampak longsor.
Pembakal Desa Patikalain, Hamdan, mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah dalam menangani kejadian tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak karena informasi cepat ditanggapi. Kami sebagai warga Desa Patikalain sangat terbantu dengan penanganan dari pemerintah Kabupaten HST,” ujarnya.
Desa Patikalain sendiri berada di kawasan Pegunungan Meratus dengan kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau.
Akses menuju wilayah ini harus melewati jalan berbukit, hutan, serta jalur yang rawan rusak saat musim hujan.