“Terlihat di aplikasi Spartan BMKG terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan di beberapa daerah,” ujarnya.
Kondisi tersebut turut memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, di antaranya Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Selatan (HSS), sebagian Barito Kuala (Batola), dan Tanah Laut.
Dalam beberapa waktu terakhir, sedikitnya sembilan kejadian karhutla telah terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, meski masih dalam skala kecil dan dapat dikendalikan.
“Alhamdulillah masih bisa kita antisipasi, tidak terlalu meluas dan tidak terlalu besar dampaknya,” ungkap Ronny.
Ia menambahkan, kondisi tersebut masih terbantu dengan turunnya hujan di beberapa wilayah.
“Kalau siang panas, sorenya hujan, sehingga dapat mengurangi panas permukaan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







