WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Musim kemarau di Kalimantan Selatan pada 2026 diprediksi datang lebih cepat dan berlangsung lebih panjang, dengan kondisi yang berpotensi lebih kering dari biasanya.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan prediksi tersebut merujuk pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Prediksi untuk kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan lebih kering dari biasanya,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga Spanduk Provokatif Muncul Jelang Laga Barito Putera vs PSS Sleman di Liga 2 Championship
Ia menjelaskan, jika pada tahun-tahun sebelumnya kemarau biasanya mulai pada Juni, tahun ini diperkirakan sudah dimulai sejak April.
“Biasanya bulan Juni baru kemarau sampai ke kita, tapi tahun ini diperkirakan bulan April sudah mulai memasuki musim kemarau,” katanya.
Bahkan, kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun. “Sampai dengan Desember baru terjadi penurunan,” tambahnya.
Seiring itu, peningkatan suhu permukaan mulai terpantau di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
“Terlihat di aplikasi Spartan BMKG terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan di beberapa daerah,” ujarnya.
Kondisi tersebut turut memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, di antaranya Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Selatan (HSS), sebagian Barito Kuala (Batola), dan Tanah Laut.
Dalam beberapa waktu terakhir, sedikitnya sembilan kejadian karhutla telah terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, meski masih dalam skala kecil dan dapat dikendalikan.







